Tuesday, February 12, 2008

RAT (Rapat Anggota Tahunan) UB Maju Bersama

PERKEMBANGAN DAN KEGIATAN ORGANI SASI

A. Strategik Planning (Perencanaan Strategis)

Pada tahun buku 2005, UMB telah melaksanakan Strategic Planning (Perencanaan Strategis) untuk tiga tahun ke depan. Telah dirumuskan visi, misi, dan program strategis UMB 2006-2009.

B. Pendidikan dan Pelatihan

Usaha Maju Bersama adalah lembaga yang merupakan kumpulan orang-orang yang saling percaya untuk mencapai kesejahteraan berdasarkan nilai-nilai dan prinsip-prinsip Usaha Bersama. Maka sasaran pemberdayaan yang utama adalah manusianya. Pemberdayaan dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan dengan sasaran anggota, pengurus dan pegawai.

Selama tahun buku 2005 UMB telah melakukan pendidikan dasar UB sebanyak dua kali dan pelatihan pembukuan sebanyak satu kali.


C. Pengadaan Sarana dan Fasilitas

Pada tahun 2005, pengadaan sarana dan fasilitas berupa: pembangunan gedung, pengadaan sarana transportasi (speed), pembelian kursi/meja, dan perlengkapan kantor. Pembelian/pengadaan sarana dan fasilitas tersebut sebagai upaya menunjang kelancaran kerja dan pelayanan Usaha Maju Bersama kepada anggota.

PERKEMBANGAN KEANGGOTAAN DAN KEUANGAN

A. Keanggotaan

Keanggotaan Usaha Maju Bersama aalah perorangan. Sampai April 2006 jumlah anggota UMB 57 orang. Tabel di bawah ini menggambarkan perkembangan angota selama tahun buku 2005.

B. Simpanan Saham

Simpanan saham terdiri dari Simpanan Pokok, Simpanan Wajib dan Simpanan Sukarela. Simpanan saham diberikan deviden pada akhir tahun. Melihat perkembangan yang ada perlu penambahan saham anggota. Selain deviden yang akan ditambahkan ke saham anggota, pada program tahun buku 2006 akan ada penambahan saham berupa simpanan wajib sebesar Rp. 100.000,- per tahun.

C. Investasi

Selama tahun buku 2005 Usaha Maju Bersama ikut berinvestasi di CU Tani Mandiri dan Tembawang Lestari (PPSHK). Dari investasi yang ada, UMB memperoleh pendapatan berupa deviden.

D. SHU dan BJS, BJB, BJK & BJRS

SHU TB 2005 sebesar Rp. 32.472.939, diberikan untuk BJS (balas jasa saham) sebesar 29,35%. Program BJB (balas jasa belanja) tahun lalu sebesar Rp.5 untuk setiap Rp. 1.000,- belanja tunai anggota. Tahun ini BJB terealisasi sebesar Rp. 10 per Rp. 1.000,- belanja tunai anggota. BJK (balas jasa karet) sebesar Rp. 50 per 1 kg karet. BJRS (balas jasa beras) sebesar Rp. 10 per 1 kg beras.

PENUTUP

Demikian laporan pertanggungjawaban pengurus tahun buku 2005 dan program kerja tahun 2006. pengalaman yang lewat baik suka maupun duka, rintangan dan tantangan yang menghadang di depan mata, semakin menyadarkan kita betapa besar potensi dan manfaat yang dapat kita peroleh bila kita selalu berpikir jernih dan saling menguatkan dalam menghadapi masalah. Dengan demikianlah kita akan menjadi kuat, dan dapat mencapai cita kita dalam kebersamaan di UMB.


Tabel 1 : Perkembangan Anggota TB 2005

Bulan

Masuk

Keluar

Komulatif

Lk

Pr

Lk

Pr

Mei

23

8

0

0

31

Juni

5

0

0

0

5

Juli

1

0

0

0

1

Agustus

0

0

0

0

0

September

1

0

0

0

1

Oktober

1

0

0

0

1

November

9

1

0

0

10

Desember

3

1

0

0

4

Jan-06

4

0

0

0

4

Feb-06

0

0

0

0

0

Mar-06

0

0

0

0

0

Apr-06

0

0

0

0

0

Total

47

10

0

0

57

Tabel 2 : Perkembangan Simpanan Saham TB 2005

Bulan

Disetor

Ditarik

Jumlah Saldo

(Komulatif)

Mei

-

-

32.876.150

Juni

1.861.150

-

34.737.300

Juli

800.000

-

35.537.300

Agustus

150.000

-

35.687.300

September

370.000

-

36.057.300

Oktober

119.500

-

36.176.800

November

4.950.250

-

41.127.050

Desember

2.979.100

-

44.106.150

Jan-06

1.860.050

-

45.966.200

Feb-06

450.600

-

46.416.800

Mar-06

250.000

-

46.666.800

Apr-06

290.000

-

46.956.800

Total

46.956.800


Tabel 3 : Pemegang Saham UMB 2003 -2005

Tahun

Anggota

Saham

2003

10

10.800.000

2004

25

25.618.450

2005

57

46.956.800

Tabel 4 : Pertumbuhan UMB 2004 s/d 2005

Uraian

2004

2005

Kenaikan/Penurunan

Rupiah/Org/kg

%

Simpanan Saham

25.618.450

46.956.800

21.338.350

1,83

Belanja Anggota

52.676.915

154.073.100

101.396.185

2,92

Penjualan Karet Anggota (Kg)

19.741,5

48.949

29.208

2,48

Penjualan Karet Non Anggota (Kg)

24.115,5

45.427

21.312

1,88

Piutang Anggota

12.379.325

25.074.400

12.695.075

2,03

Piutang Non Anggota

3.848.750

9.169.650

5.320.900

2,38

Belanja Non Anggota

55.790.950

147.185.195

91.394.245

2,64

Hutang Dagang

14.597.475

29.893.987

15.296.512

2,05

Persediaan/Stok Barang

28.529.500

43.356.000

14.826.500

1,52

Pendapatan Barang

17.074.680

40.304.949

23.230.269

2,36

Pendapatan Karet

15.655.275

33.409.575

17.754.300

2,13

Total Pendapatan

22.046.480

75.718.574

53.672.094

3,43

Biaya

11.381.050

43.245.636

31.864.586

3,80

Sisa Hasil Usaha (SHU)

22.046.480

32.472.938

10.426.458

1,47

Total Asset

65.552.405

115.098.125

49.545.720

1,76

Aspek Usaha

Ada dua jenis pendapatan Usaha Maju Bersama yakni penjualan barang (sembako) dan penjualan karet. Jika dibanding tahun 2004 pendapatan barang dan karet mengalami peningkatan. Pendapatan barang naik 2,36%, dan pendapatan karet naik 2,13%. Berikut perkembangan aspek usaha UMB tahun buku 2005.

Tabel 5 : Perkembangan Pendapatan UMB Tahun Buku 2005

No

Uraian

Jumlah

Pendapatan Barang

40.304.949

Pendapatan Karet

33.409.575

Bunga CU

45.850

Deviden Tembawang Lestari

192.000

Bunga Pinjaman Anggota

35.200

Konstribusi Pendidikan

540.000

Uang Pangkal

540.000

Pendapatan penggiling Padi

229.850

Pendapatan Lain-lain

421.150

Total Pendapatan

75.718.574

Tabel 6: Perkembangan Biaya UMB Tahun Buku 2005

No

Uraian

Jumlah

1

Administrasi dan Umum

1.060.934

2

Transportasi/Komunikasi

9.628.593

3

Gaji Pegawai

17.100.000

4

Konsumsi Toko

604.744

5

Pendukung Toko

8.296.101

6

Penyusustan/kerusakan barang

1.936.114

7

Solidaritas/Sosial

202.275

8

Rapat-rapat

178.140

9

THR

450.000

10

Lembur

300.000

11

Penyusutan Inventaris TB 2003

1.000.000

12

Penyusutan Inventaris TB 2004

-

13

Penyusutan Gedung/kantor TB 2004

-

14

Listrik dan Lain-lain

2.488.735

Total Biaya

43.245.636


Tabel 7: Perkembangan SHU Usaha Maju Bersama TB 2005

No

Uraian

Jumlah

1

Pendapatan

75.718.575

2

Biaya

43.245.636

Sisa Hasil Usaha

32.472.939

Tabel 8: Pembagian SHU

No

Uraian

Jumlah

Rp

%

1

Balas Jasa Simpanan (BJS)

9.531.600

29,35

2

Balas Jasa Belanja (BJB)

1.540.731

4,74

3

Balas Jasa Karet (BJK)

2.447.450

7,54

4

Balas Jasa Beras (BJRS)

20.540

0,06

5

Penyusutan aktiva TB 2003

1.000.000

3,08

6

Penyusutan aktiva TB 2004

1.418.000

4,37

7

Penyusutan aktiva TB 2005

1.514.618

4,66

8

Dana Cadangan

2.500.000

7,70

9

Dana Pendidikan

3.000.000

9,24

10

Dana Sosial

1.500.000

4,62

11

Dana Cadangan resiko

2.000.000

6,16

12

Dana Pengurus

3.000.000

9,24

13

Dana RAT

3.000.000

9,24

Jumlah

32.472.939

100,00

Perhitungan Balas Jasa Simpanan Saham adalah sebagai berikut:

Satu lembar saham bernilai Rp. 10.000,-. Total bulan saham tahun buku 2005 adalah 47.658. Alokasi SHU untuk deviden adalah Rp. 9.531.600

---------------- = Rp. 200

47.658

Artinya Usaha Maju bersama tahun buku 2005 harus memberikan deviden kepada para pemegang saham sebesar Rp. 200 x 12 x 100%

--------------------------- = 24%

Rp. 10.000,-


Tabel 9: Perkembangan Simpanan dan Bulan Saham

No Urt

No BA

Nama Anggota

Simpanan Saham

Jlh Bulan Saham

1

M. Agan

4.000.000

4.780

2

Akion

2.986.500

3.576

3

Laju

2.875.600

3.444

4

Tamai

2.263.300

2.712

5

Budi

3.344.250

4.008

6

Along

1.090.150

1.308

7

Akong

1.082.450

1.216

8

Anon

647.400

768

9

Ludai

660.600

792

10

Towek

605.300

439

11

Gentak

284.350

336

12

Romak

654.650

780

13

M. Sudin

610.750

732

14

Rudihartono

1.063.250

1.272

15

Lambung

803.600

960

16

Ketai T

1.558.100

1.860

17

Sukong

1.020.750

1.104

18

M. Tagai Umar

833.500

575

19

Juali

632.300

546

20

Tibon

721.600

784

21

Inan

1.032.550

1.236

22

Randau

1.085.800

1.296

23

Etek

702.100

840

24

M. Rimong

250.000

300

25

Simpa

626.000

643

26

Nikolaus F

440.050

468

27

V. Kumang

400.000

468

28

Rospita

1.000.000

928

29

Evidediana

260.000

312

30

Andika Anus

370.000

444

31

Jontang

340.000

408

32

Kuda

1.000.000

1.070

33

Apok

360.000

306

34

Surung

-

-

35

FX. Dundang

300.000

240

36

Matius Vidi

260.000

286

37

Sion

551.150

580

38

Ronny Christianto

310.000

341

39

Jelani

800.000

800

40

Dodoi

800.000

448

41

Junit

300.000

180

42

Jurden

300.000

180

43

Sentai

300.000

180

44

Jumari

1.170.000

701

45

Andau

647.250

370

46

Morak

400.000

230

47

Jimparang

380.000

198

48

Nampa

503.500

290

49

Ketai R

350.000

210

50

Rantau

300.000

150

51

Sandai

1.000.000

500

52

Madon

500.000

205

53

Libu

360.000

165

54

Canggai

300.000

120

55

Pimpin

400.000

130

56

Antonius

360.000

139

57

Tawai

500.000

200

58

Aten

260.000

104

TOTAL

46.956.800

47.658

Thursday, February 7, 2008

Obat Alami dari resep turun-temurun

Orang tua kita memiliki resep obat alami yang diwariskan secara turun-temurun yang bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Dari sekian banyak resep yang ada beberapa diantaranya akan kami tuliskan disini
1. Telasih Dani
Bagi yang memiliki masalah dengan tekanan darah tinggi, anda bisa mencoba resep dari tanaman ini, caranya :
Ambil satu genggam Telasih Dani (nama kampung) lalu dimasak dengan empat gelas air sampai mendidih hingga airnya tinggal separuh. Ramuan ini diminum 2 kali sehari hingga tekanan darah bisa normal kembali.
Bila anda memiliki resep alami warisan orang tua anda silakan mengirimkan ke email kami di : ppshk.pancurkasih@gmail.com, atau di hermanus.sugianto@gmail.com
kami akan mencantumkan pengirimnya.



Wednesday, February 6, 2008

Buku Hutan Darah dan Jiwa DAYAK

Sekilas tentang isi buku "Hutan Darah dan jiwa DAYAK"

Model pengelolaan sumber daya alam, khususnya hutan yang dilakukan pemerintah indonesia selama ini terbukti telah gagal. Akibatnya alam, terutama hutan hancur berantakan. Jutaan plasma nuftah hilang, keanekaragaman hayati hancur setelah hutan alam yang heterogen diubah menjadi hutan homogen berupa perkebunan kelapa sawit, coklat, kelapa hibrida, hutan tanaman industri; diluluhlantakkan perusahaan HPH, pertambangan, transmigrasi dan aneka Industri lainnya.

Kerusakan alam-hutan terjadi karena pemerintah melalui tangan para pengusaha hanya memandang alam hutan sebagai komoditi ekonomi. padahal alam-hutan mempunyai nilai yang jau lebih besar dari sekedar nilai ekonomisnya. Apalagi bagi Masyarakat Adat, seperti orang dayak di kalimantan, alam hutan adalah elemen yang tidak terpisahkan dari kehidupan mereka. Hutan adalah darah dan jiwa Masyarakat Adat, khususnya kebudayaan Dayak.

Catatan
Buku ini tidak di perjual belikan, jika anda ingin memiliki buku ini anda cukup membayar biaya pengiriman dan penggantian okos cetak sebesar Rp. 30.ooo untuk Indonesia di luar kalimantan Barat dan Rp. 15.000 untuk pengiriman di kalimantan barat, ongkos kirim sewaktu-waktu dapat berubah. silakan mengirimkan email ke
ppshkpancurkasih@gmail.com

Tuesday, February 5, 2008

Sekilas Tentang PPSHK

Menuju Pengelolaan Hutan Yang adil dan Lestari

  • Prinsip Pengelolaan hutan oleh masyarakat adat memiliki bentuk yang beragam dan sangat khas
  • Prinsip pengelolaan hutan menurut budaya masyarakat adat yakni berkelanjutan, kebersamaan, keanekaragaman hayati, tunduk kepada hukum adat.
  • Pengelolaan hutan oleh masyarakat adat terbukti arif, bijaksana, adil dan lestari
  • Hutan bagi masyarakat adat meiliki nilai sosial, budaya, religi, ekonomi dan politis
  • Kelestarian lingkungan bergantung pada eksitensi hutan masyarakat adat.

Kata kunci dalam konsep shk adalah “sistem Hutan” dan “kerakyatan”

  • Kata sistem hutan ditegaskan untuk menggambarkan bahwa “hutan” hutan dalam konsep shk bukan sekedar kumpulan kayu dan tegakan kayu, melainkan suatu sistem pengelolaan kawasan wilayah hukum adat yang berdimensi holistik yang sangat lokasional terdiri dari kawasan; pemukiman, perladangan, bawas, kebun, tembawang keramat, perkuburan, sungai, danau dan lain-lain tergantung pada komunitas dan sistem ekologi.
  • Kata kunci yang kedua adalah “kerakyatan”. Kata ini menegaskan bahwa aktor utama dalam pengelolaan hutan adalah komunitas lokal. Karena itu tujuan pengelolaan hutan adalah memberikan manfaat dan keuntungan pada komunitas lokal. PPSHK percaya bahwa pengelolaan hutan yang bertumpu pada komunitas lokal akan mewujudkan pengelolaan hutan yang adil dan lestari.

Visi dan Misi PPSHK

  • Visi PPSHK Masyarakat adat “Dayak” di kalimantan barat berdaulat dalam pengelolaan sumberdaya alam hutannya.
  • Misi PPSHK, melakukan pengorganisasian dan revitalisasi adat istiadat dalam pengelolaan sumber daya alam hutan, advokasi dan promosi pengelolaan sumber daya alam huan dan peningkatan kapasitas internal untuk merebut harkat martabat dan kedaulatan masyarakat adat dayak dalam pengelolaan sumberdaya alam hutan yan adil dan lestari.

Tujuan dan objectif PPSHK

  • Diakuinya dan di hormatinya sistem hutan kerakyatan melalui peningkatan posisi tawar masyarakat adat, advokasi kebijakan PSDH, perubahan paradigma pengelolaan hutan yang berorientasi pada keadilan, kesejahteraan dan kelestarian penguatan adat istiadat tentang PSDH dan peningkatan kapasitas internal PPSHK

oPrinsip Pengelolaan hutan oleh masyarakat adat memiliki bentuk yang beragam dan sangat khas
oPrinsip pengelolaan hutan menurut budaya masyarakat adat yakni berkelanjutan, kebersamaan, keanekaragaman hayati, tunduk kepada hukum adat.